Kompotensi dan Motivasi Dalam Meningkatkan Kinerja Bidan

”Mereka memiliki dedikasi yang tinggi Dua nyawa mereka pertaruhkan Di Indonesia mereka menjadi Ujung Tombak Di Desa Terpencil mereka berperan Ganda menjadi Dokter, perawat dll.
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat sangat diperlukan dalam mengisi pembangunan, Salah satu upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat adalah pelayanan dan pemeliharaan kesehatan  ibu dan anak. 

Kesepakatan pembangunan dan kemitraan global yang diikuti oleh negara-negara PBB termasuk Indonesia untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama dicanangkan dalam Milenium Development Goals (MDGs). 
Kompetensi dan Motivasi Meningkatkan Kinerja Bidan
dan Suistainable Development Goals (SDGs), dimana Fokus sektor kesehatan pada MDGs dan SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi/anak serta meningkatkan kesehatan ibu. 

Fakta saat ini berdasarkan Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) di Indonesia tahun 2015 menunjukkan bahwa angka kematian ibu dan anak masih terbilang tinggi yakni Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 305/100.000 Kelahiran Hidup (KH) dan Angka Kematian Bayi (AKB) 22,23/1000 Kelahiran Hidup (KH). 

Sementara target SDGs saat ini adalah menurunkan AKI hingga 70/100.000 KH dan AKB 12/1000 KH, target ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi pemerintah.

Sementara itu untuk Provinsi Maluku Utara pada Tahun 2018 AKI 197/100.000 KH  dan AKB 13/1000 KH data jumlah kematian Ibu dan bayi tersebut belum tentu merepresentasikan keadaan yang sesungguhnya karena belum semua rumah sakit melaporkan jumlah Ibu dan bayi yang meninggal dalam perawatan di rumah sakit yang bersangkutan serta belum termasuk yang  meninggal di rumah.  

Dengan demikian  sangat  penting untuk mencermati angka kematian Ibu dan bayi secara komprehensif dalam  komunitas dengan membandingkan AKB dan AKI yang diperoleh dari hasil survey maupun penelitian ilmiah lainnya dan memperbaiki sistematika pelaporan diseluruh fasilitas kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta serta pencatatan kematian di rumah. 

Meskipun data menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah kematian  ibu dan bayi di Provinsi Maluku Utara relatif  tidak mengalami peningkatan yang signifikan akan tetapi hal ini tetap perlu mendapatkan perhatian khusus oleh seluruh program dan sektor terkait untuk mengkaji lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada kematian ibu dan bayi/anak. 

Dengan demikian diharapkan dapat dilakukan perencanaan program yang sesuai dan pelaksanaan intervensi yang tepat, sehingga pada akhirnya akan dapat menurunkan jumlah kematian ibu dan Bayi.

Salah satu elemen penting dalam menurunkan AKI dan AKB adalah keberadaan Bidan, baik RS maupun di desa-desa. Khususnya di Desa terpencil Bidan menjadi satu-satunya tenaga di Desa, sehingga disaat yang bersamaan bidan tersebut berperan ganda sebagai dokter, perawat, Nutrisionis, dan tenaga kesehatan lainnya. 

Dengan demikian, maka tugas utama Institusi pendidikan Gatra Buana dan tentunya Pemerintah adalah meningkatkan kompetensi Bidan dan motivasi kerja Bidan.
"Di balik tangan mereka  Program besar Kesehatan menjadi sukses Imunisasi, TB dan Malaria Mereka kadang dipaksa menjadi apa yang mereka tidak bisa Desa Siaga contohnya Tapi Bidan Tetaplah Bidan, selalu bisa di tenggah keterbatasan”
Kompetensi
Bicara tentang kompotensi Secara teori diartinya kecakapan, kemampuan, dan wewenang,  Adapun yang mengartikan sebagai dimensi perilaku keahlian atau keunggulan seorang mempunyai keterampilan, pengetahuan, dan perilaku baik.

Hasil disertasi Doktor, yang sudah dibukukan Tahun 2017 Kompetensi adalah karakteristik kepribadian dan kemampuan dasar dari seorang bidan dalam melaksanakan tugas atau pekerjannya yang memenuhi lima komponen utama 

yaitu: Task-skills, Task management skills, Contingency management skills, Job role environment skills, dan Transfer skill, yang dapat dilakukan dan dipertahankan oleh seorang bidan. 

Dari definisi konseptual ini diperoleh 5 dimensi kajian: 
  1. Dimensi keterampilan menjalankan tugas (Task-skills), dengan indikator ketepatan waktu, mematuhi peraturan; 
  2. Dimensi keterampilan mengelola tugas (Task management skills), dengan indikator kemampuan mengelola, kemampuan berpikir; 
  3. Dimensi keterampilan mengambil tindakan (Contingency management skills), dengan indikator pengambilan keputusan, pengambilan tindakan; 
  4. Dimensi keterampilan bekerja sama (Job role environment skills), dengan indikator koordinasi, bersosialisasi; dan 
  5. Dimensi keterampilan beradaptasi (Transfer skill), dengan indikator beradaptasi, inisiatif.
Hasil Penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa kompetensi bidan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja bidan puskesmas dan rumah sakit di Provinsi Maluku Utara. 

Artinya pengaruh dari kompetensi Bidan terhadap kepuasan kerja adalah positif, hal ini menunjukkan bahwa apabila tingkat kompetensi bidan ditingkatkan yang dilakukan oleh  pimpinan puskesmas, rumah sakit maupun Dinas Kesehatan maka akan berdampak pada kepuasan kerja para bidan dalam meingkatkan kinerjanya.

Sembilan Standar Kompetensi Bidan Indonesia
(Kepmenkes RI Nomor: 369/MENKES/SK/III/2007, Tentang Standar Profesi Bidan)
  1. Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dalam ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat, dan etika yang membentuk dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya, untuk wanita, bayi baru lahir, dan keluarganya 
  2. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya, dan memberikan pelayanan yang menyeluruh di masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan, dan kesiapan untuk menjadi orang tua 
  3. Bidan memberikan asuhan antenatal yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan ibu selama kehamilan yang meliputi deteksi dini, pengobatan, dan rujukan
  4. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap tehadap budaya setempat selama persalinan, memimpin suatu persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayi baru lahir 
  5. Bidan dapat memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi serta tanggap terhadap budaya setempat 
  6. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada bayi baru lahir (BBL) sehat sampai usia 1 bulan 
  7. Bidan memberikan asuhan yang brmutu tinggi dan komprehensif  pada bayi dan balita sehat 
  8. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif  pada keluarga dan kelompok 
  9. Bidan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ ibu dengan ganguan sistem reproduksi.
Motivasi Kerja
Motivasi Kerja Bidan merupakan suatu dorongan internal dari Bidan yang terbentuk dari adanya proses kebutuhan atau harapan tertentu yang mempengaruhi sikapnya dalam melakukan pekerjaan meliputi: 

kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri, yang ada dalam diri Bidan. Dari definisi ini diperoleh 5 dimensi kajian : 
  • Dimensi kebutuhan fisiologis, dengan indikator ruang kerja dan fasilitas kerja; 
  • Dimensi kebutuhan keamanan, dengan indikator keamanan lingkungan kerja dan jaminan sosial kerja; 
  • Dimensi kebutuh sosial, dengan indikator suasana kebersamaan dan semangat kerjasama, 
  • Dimensi kebutuhan penghargaan, dengan indikator penghargaan pimpinan dan insentif, dan 
  • Dimensi kebutuhan aktualisasi diri, dengan indikator profesionalisme dan pengembangan karier. Marwan (2016)
Berdasarkan penelitian kami,  motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja bidan puskesmas dan rumah sakit di Provinsi Maluku Utara. 

Hal ini berarti bahwa naiknya motivasi kerja bidan disebabkan oleh para bidan berusaha keras untuk mencapai prestasi kerja, bidan menikmati setiap persaingan dan kemenangan, bidan cenderung membangun kerjasama dengan rekan kerjanya, sehingga akan meningkatkan motivasi kerja bidan.

Kinerja
Kinerja Bidan adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap bidan sebagai prestasi kerja yang dihasilkan dalam usaha pencapaian tujuan atau pemenuhan tugas tertentu berdasarkan ukuran yang berlaku dan dalam waktu yang telah ditetapkan oleh organisasi melalui kemampuan konseptual dengan cara pemberian tugas dalam pekerjaan dan fungsi dalam pekerjaan. Marwan (2016)

Hasil penelitian yang dilakukan di Provinsi Maluku Utara bahwa kemampuan konseptual merupakan suatu kemampuan atau keterampilan mengkoordinasikan dan mengintegrasikan kegiatan serta kepentingan organisasi yang dilakukan dengan cara pemberian tugas dalam pekerjaan dan fungsi dalam pekerjaan. 

Kesimpulan 
Kompetensi Bidan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Bidan. Adanya  pengaruh memberikan makna bahwa dengan meningkatkan kompetensi para Bidan yaitu pada dimensi keterampilan menjalankan tugas dengan indikator ketepatan waktu kerja Bidan akan meningkatkan kinerja para bidan 

Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pada Bidan. Adanya pengaruh memberikan makna bahwa dengan meningkatkan motivasi kerja Bidan yaitu pada dimensi kebutuhan keamanan dengan indikator keamanan lingkungan kerja akan meningkatkan kepuasan kerja dari Bidan yang berujung pada Kinerja Bidan. 

Pustaka
  • Asrinah, Putri. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Edisi 1. Yogyakarta : Graha Ilmu.
  • Estiwidani, D, dkk. 2008. Konsep Kebidanan. Yogyakarta : Penerbit Fitramaya
  • Depkes RI, 2007. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 369/MENKES/SK/III/2007, Tentang Standar profesi Bidan.
  • Hanggraeni, Dewi. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

DR. Marwan Polisiri,SKM., MPH

0 Response to "Kompotensi dan Motivasi Dalam Meningkatkan Kinerja Bidan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...