Jika Pasar Sehat, Pasar Jadi Tempat Wisata. Part.2

 Mahri Samsul,SKM.,M.Kes. Sekretaris Umum Persakmi Maluku Utara

Area Parkir 
  1. Adanya pemish yang jelas pada batas wilayah pasar
  2. Adanya parker yang terpisah berdasarkan jenis alat angkut, seperti : mobil, motor, sepeda, andong/delman dan becak
  3. Tersedia area parker khusus untuk pengangkut hewan hidup dan hewan mati
  4. Tersedia area bongkar muat khusus yang terpisah dari tempat parker pengunjung.
  5. Tidak ada genangan air.
  6. Tersedia tempat sampah yang terpisah antara sampah kering dan sampah basah dalam jumlah yang cukup, minimal setiap rdius 10 m
  7. Ada tanda masuk dan keluar kendaraan secara jelas, yang berbeda antara jalur masuk dan keluar.
  8. Adanya tanaman penghijauan.
  9. Adanya area resapan air di pelataran parker.
Konstruksi Bangunan Pasar: 
  1. Atap
  2. Atap harus kuat, tidak bocor dan tidak menjadi tempat berkembangnya binatang penular penyakit.
  3. Kemiringan atap harus sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan terjadinya genangan air pada atap dan langit-langit
  4. Ketinggian atap sesuai ketentuan yang berlaku
  5. Atap yang mempunyai ketinggian 10 m atau lebih harus dilengkapi dengan penangkal petir
Dinding 
  1. Permukaan dinding harus bersih, tidak lembab dan berwarna terang
  2. Permukaan dinding yang selalu terkena percikan air harus terbuat dari bahan yang kuat dan kedap air
  3. Pertemuan lantai dengan dinding, serta pertemuan dua dinding lainnya harus berbentuk lengkung (conus)
Lantai 
  1. Lantai terbuat dari bahan yang kedap air, permukaan rata, tidak licin, tidak retak dan mudah dibersihkan.
  2. Lantai yang selalu terkena air, misalnya kamar mandi, tempat cuci dan sejenisnya harus mempunyai kemiringan kea rah saluran dan pembuangan air sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak terjadi genangan air.
Tangga 
  1. Tinggi, lebar dan kemiringan anak tangga sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  2. Ada pegangan tangan di kanan dan kiri tangga
  3. Terbuat dari bahan yang kuat tidak licin
  4. Memiliki pencahayaan minimal 100 lux
Ventilasi
Ventilasi harus memenuhi syarat minimal 20 % dari luas lantai dan saling berhadapan (cross ventilation)

Pencahayaan 
  1. Intensitas pencahayaan setiap ruangan harus cukup untuk melakukan perkerjaan pengelolaan bahan makanan secara efektif dan kegiatan pembersihan makanan.
  2. Pencahayaan cukup terang dan dapat melihat barang dagangan dengan jelas minimal 100 lux
Pintu
Khusu untuk pintu los penjualan daging, ikan dan bahan makanan yang berbau tajam agar menggunakan pintu yang dapat membuka dan menutup sendiri (self closed) atau tirai plastic untuk menghalangi binatang penular penyakit (vector) seperti lalat atau serangga lainya masuk

Sanitasi Air Bersih 
  1. Tersedia air bersih dengan jumlah yang cukup setiap hari secara berkeseimbangan, minimal 40 liter per pedagang
  2. Kualitas air bersih yang tersedia memenuhi persyaratan
  3. Tersedia tendon air yang menjamin kesinambungan ketersediaan air dan dilengkapi dengan kran yang tidak bocor
  4. Jarak sumber air bersih dengan pembuangan limbah minimal 10 m
  5. Kualitas air besih diperiksa setiap enam (6) bulan sekali.
Kamar Mandi Dan Toilet 
  1. Harus tersedia toilet laki-laki dan perempuan yang terpisah dilengkap dengan tanda/simbol yang jelas dengan proporsi sbb : setiap penambahan 40-100 orang harus ditambah satu kamar mandi dan satu toilet
  2. Didalam kamar mandi harus tersedia bak dan air besrih dalam jumlah yang cukup dan bebas jentik
  3. Didalam toilet harus tersedia jamban leher angsa, peturasan dan bak air
  4. Tersedia tempat cuci tangan dengan jumlah yang cukup yang dilengkapi dengan sabun dan air yang mengalir.
  5. Air limbah dibuang ke septic tank (multi chamber), roil atau lubang peresapan yang tidak mencemari air tanah dengan jarak 10 m dari sumber air bersih
  6. Lantai dibuat kedap air, tidak licin, mudah dibersihkan dengan kemiringan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak terjadi genangan
  7. Letak toilet terpisah minimal 10 meter dengan tempqat penjualan makanan dan bahan pangan
  8. Luas ventilasi minimal 20 % dari luas lantai dan pencahayaan 100 lux
  9. Tersedia tempat sampah yang cukup
 Pengelolaan Sampah 
  1. Setiap kios/los/lorong tersedia tempat sampah basah dan kering
  2. Terbuat dari bahan kedap air, tidak mudah berkarat, kuat, tertutup, dan mudah dibersihkan
  3. Tersedia alat angkut sampah yang kuat, mudah dibersihkan dan mudah dipindahkan
  4. Tersedia tempat pembuangan sampah sementara (TPS), kedap air, kuat, atau container, mudah dibersihkan dan mudah dijangkaui petugas petugas pengangkut sampah 
  5. TPS tidak menjadi tempat perindukan binatang (vector) penular penyakit 
  6. Lokasi TPS tidak berada di jalur utama pasar dan berjarak 10 m dari bangunan pasar
  7. Sampah diangkut minimal 1 x 24 jam
Drainase 
  1. Selokan/drainase sekitar pasar tertutup dengan kisi yang terbuat dari logam sehingga mudah dibersihkan
  2. Limbah cair yang berasal dari setiap kios disalurkan ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sebelum akhirnya dibuang ke selauran pembuangan umum
  3. Kualitas limbah outlet harus memenuhi baku mutu sebagaimana diatur dalam keputusan meteri lingkungan hidup nomor 112 tahun 2003 tentang kualitas air limbah 
  4. Saluran drainase memiliki kemiringan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga mencegah genangan air
  5. Tidak ada bangunan los/kios diatas saluran drainase
  6. Dilakukan pengujian kualitas air limbah cair secara berkala setiap 6 bualn sekali
Tempat Cuci Tangan 
  1. Fasilitas cuci tangan di tempatkan di lokasi yang mudah di jangkau
  2. Fasilitas cuci tangan di lengkapi dengan sabun dan air yang mengalir dan limbahnya dialirkan ke saluran pembuangan yang tertutup 
Binatang Penular Penyakit (Vector) 
  1. Pada los makanan siap saji dan bahan pangan harus bebas dari lalat, kecoa dan tikus
  2. Pada area pasar angka kepadatan tikus harus nol
  3. Angka kepadatan kecoa maksimal 2 ekor plate di titik pengukuran sesuai dengan area pasar
  4. Angka kepadatan lalat di tempat sampah dan drainase maksimal 30 per girl net 
  5. Container index (CI) jentik nyamuk aedes aegypty tidak melibihi 5 
Kualitas Makanan dan Bahan Pangan 
  1. Tidak basi
  2. Tidak mengadung bahan berbahaya seperti pengawet borax, formalin, pewarna textil, yang berbahaya sesuai dengan peraturan yang berlaku
  3. Tidak mengandung residu pestisida diatas ambang batas
  4. Kualitas makanan siap saji sesuai dengan Kepmenkes nomor 942 tahun 2013 tentang makanan jajanan
  5. Makanan dalam kemasan tertutup di simpan dalam suhu rendah (4-100C), tidak kadaluarsa dan berlabel jelas
  6. Ikan, daging an olahnnya di simpan dalam suhu 0 s/d 40C; sayur, buah dan minuman disimpan dalam suhu 100C; telur, susu dan olahannya disimpan dalam suhu 5-70C 
  7. Penyimpanan bahan makanan harus ada jarak dengan laintai, dinding dan langit-langit : jarak dengan lantai 15 cm, dengan dinding 5 cm, dengan langit-langit 60 cm
  8. Kebersihan peralatan makanan ditentukan angka total kuman nol maksimal 100 kuman per cm3 permukaan dan kuman esdhericiacoli adalah nol
Desinfeksi Pasar
  1. Desifeksi pasar harus dilakukan secara menyeluruh 1 hari dalam sebulan
  2. Bahan desifektan yang digunakann tidak mencemari lingkungan
Pustaka
  1. Keputusan menteri kesehatan RI Nomor 519/MENKES/SK/VI/2008 Tentang Pedoman Penyelenggara Pasar Sehat
  2. Ayu SulistyowatiI Senin,25 Agustus2008 Pasar Tradisional Sumber Penyakit, Denpasar Tersedia dari < http:// nasional.kompas.com> (Diakses 30 Juni 2018)
  3. Departemen Kesehatan(2003) Keputusan Menteri Kesehatan No.715/Menkes/SK/V/2003/, Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga; Tersedia dar.
Back Reading ... Part 1
 Baca Juga : 

0 Response to "Jika Pasar Sehat, Pasar Jadi Tempat Wisata. Part.2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel