Pengobatan Tuntas TBC Tuntas


Penyakit tuberkulosis lazim disebut TB atau TBC merupakan penyakit menahun atau kronis yang bersifat menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberculosis. Semenjak 1993 WHO menyatakan bahwa TB merupakan kedaruratan global bagi kemanusian. Sampai saat ini TB masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia, walaupun upaya pengendalian dengan strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) telah diterapkan dibanyak negara sejak tahun 1995.

Tingginya jumlah penderita penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia membuat negara ini berada di posisi tiga penderita TBC terbanyak di dunia. Penderita TBC di Indonesia teridentifikasi sebanyak 842 ribu kasus yang ditemukan setiap tahun. Namun dari jumlah itu, yang terlapor baru 53 persen. Masalah yang dihadapi saat ini bukan hanya penemuan kasus baru tapi juga pasien yang putus berobat.

Pengobatan TBC yang memakan waktu cukup panjang membuat banyak pesien memilih berhenti berobat. Hal ini dikeranakan masih minimnya pengetahuan penyakit TBC sehingga rentan terhadap serangan. Sesuai denga judul pokok bahasan yakni “TBC tuntas” diharapkan pembaca mengetahui gejala dan cara pencegahan serta pengobatan hingga tuntas.

GEJALA TBC
Penyakit TBC hampir tidak menimbulkan gejala atau keluhan pada awal penularan karena masa inkubasi yang berlangsung cukup lama. Ketika sudah terjangkit TBC, keluhan yang dirasakna dapat bermacam-macam atau malah tanpa keluhan sama sekali, gejala yang terbanyak sebagai berikut: 

Baca Juga: Lemahnya Penerapan Kawasan Tanpa Rokok Di Kota Ternate

1. Demam 
Biasanya subfebril menyerupai demam influenza, tetapi kadang-kadang panas badan dapat mencapai 40-41°C. Serangan demam pertama dapat sembuh, akan tetapi dapat timbul kembali sehingga pasien merasa tidak pernah terbebas dari serangan demam influenza, keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh dan berat ringannya infeksi kuman tuberculosis yang masuk.

2. Batuk/Batuk Berdarah
Batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Sifat batuk di mulai dari batuk kering, kemudian setalah timbul peradangan mejadi produktif (menghasilkan sprutum) keadaan selanjutnya adalah batuk darah karena pembuluh darah yang pecah.

3. Sesak Napas
Pada penyakit yang ringan (baru tumbuh) belum dirasakan sesak napas. Sesak napas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut yang infiltrasinya sudah meliputi setengah bagian paru-paru

4. Nyeri dada
Gejala ini jarang ditemukan. Nyeri dada terjadi bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis. Gesekan kedua pleura terjadi sewaktu menarik dan melepaskan napas.

5. Malaise
Gejala malaise sering ditemukan berupa tidak ada napsu makan, badan makin kurus (barat badan turun), sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam dll. Gejala malaise ini makin lama makin berat dan tidak teratur.


CARA PENULARAN
Penularan TB paru terjadi karena kuman yang keluar melalui batuk dan bersin yang terkontaminasi dengan udara dalam bentuk partikel-partikel infeksi. Partikel ini dapat menetap dalam udara bebas selama 1-2 jam tergantung dari ada tidaknya sinar ultraviolet dan kondisi kelembaban ruang. Dalam suasana yang gelap, kurang sinar matahari serta pertukaran udara ruangan yang tidak baik virus TBC akan bertahan berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Bila partikel infeksi (yang mengandung kuman TBC) terhirup oleh orang lain maka partikel itu akan menempel pada saluran napas atas dan paru-paru orang tersebut. Apabila orang itu dalam keadaan sehat dan bugar maka partikel infeksi tersebut bisa tereliminasi oleh sistem kekebalan tubuhnya. Tetapi apabila ia sedang tidak fit maka partikel infeksi tersebut akan tetap bersarang di paru-paru dan menyebabkan sakit. 

CARA PENCEGAHAN
Ada hal yang bisa dilakukan agar mencegar terjangkitnya TBC paru. Pencegahan-pencegahan berikut dapat dilakukan oleh siapa saja.
  1. Bagi penderita pencegahan dapat dilakukan dengan menutup mulut saat batuk dan tidak membuang dahak sembarangan tempat
  2. Bagi masyarakat pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan ketahanan terhadap bayi dan memberikan vaksin BCG
  3. Bagi petugas kesehatan dapat melukan penyuluhan tentang penyakit TBC.
  4. Pencegahan penularan dapat dilakukan dengan melakukan desinfeksi seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan rumah, menyediakan ventilasi rumah dan sinar matahari yang cukup serta memperhatikan muntahan atau ludahan anggota keluarga yang teinfeksi pada piring, tempat tidur dan pakaian agar tidak tertular pada anggota keluarga lain.


DIAGNOSIS
Biasanya kecurigaan akan muncul apabila ditemukan batuk yang berlangsung lama (lebih dari satu bulan) berkeringat pada malam hari dan berat badan menurun tajam. Adanya riwayat kontak yang cukup intensif dengan penderita TBC paru juga patut dicurigai.

Untuk memastikannya dilakukan foto rontgen paru, pemeriksaan leukosit dan pemeriksaan laju endap darah (LED) selanjutnya dilakukan pemeriksaan cairan dahak untuk melihat ada tidaknya basil tahan asam (BTA), sebisa mungkin sampai tiga hari berturut-turut sebab kuman mycrobacterium tuberculosis tergolong bakteri yang tahan terhadap asam.

PENGOBATAN
Pengobatan TB paru diberikan dalam dua tahap yaitu tahap intensif dan tahap lanjut. Pada tahap awal atau intensif penderita mendapat obat setiap hari dan diawasi langsung untuk mencegah terjadinya kekebalan terhadap Rifampisin. Bila pada tahap ini diberikan secara tepat penderita menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu dua minggu. Sebagian BTA positif menjadi BTA negatif pada akhir pengobatan intensif. Pada tahap ini penderita merasa sudah agak sehat lalu ada yang berhenti berobat dan itulah masalah baru bagi penderita TBC.

Sedangkan tahap senjutnya penderita mendapat obat dalam jangka waktu yang lebih lama dan jenis obat lebih sedikit untuk mencegah terjadi kekambuhan.

Dalam pengobatan Penyakit TBC obat diperoleh secara gratis dalam artian obat sudah disediakan oleh pemerintah. Namun dalam proses pengobatan membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 6 bulan. 


Pengobatan harus dilakukan secara teratur sesuai dengan petunjuk. Disamping itu obat yang dikonsumsi ada juga yang memiliki efek samping bagi tubuh penderita. Meski ada obat yang disediakan secara gratis, tetapi penderita terlanjur mengalami kondisi tubuh yang tidak normal. Maka alangkah baiknya kenali cara penularan dan gejalanya untuk pencegahan lebih lanjut. Karena mencegah lebih baik dari mengobati, dan bagi menderita harus menutaskan pengobatanya.***

0 Response to "Pengobatan Tuntas TBC Tuntas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel