Racun Galafea Antara Mitos Dan Fakta

Ilustrasi

Racun
Secara umum racun atau istilah lainnya disebut toksik merupakan segala zat (kimia) yang mengganggu bahkan sangat merugikan bagi kehidupan organisme dibumi baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Racun atau toksik merupakan zat kimia berbahaya dengan dosis tinggi berbentuk zat padat, cair dan gas baik yang dapat diamati dengan mata langsung atau menggunakan alat bantu.

Racun atau toksik dapat meyebabkan rasa sakit, luka, menghambat kerja organ tubuh pada manusia atau binatang. Toksik masuk melalui permukaan kulit dan mulut kemudian menghasilkan reaksi kimia yang tidak dapat ditolerir tubuh dan tumbuhan, merusak sel jaringan tumbuhan bahkan yang paling fatal adalah menyebabkan kematian.

Baca Juga: Pengobatan Tuntas TBC Tuntas

Terdapat berbagai jenis racun seperti yang kita kenal racun sianida yang pernah menggegerkan khalayak dengan kasusnya Jesika, kopi bercampur sianida yang membunuh Wayan Mirna Salihin pada 6 Januari 2016 silam, selain itu ada juga racun yang tidak kala terkenal seprti racun arsenik yang digunakan untuk membunuh aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir. Pendiri Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) itu tewas dalam penerbangan Singapura-Amsterdam, akibat diracun dengan arsenik.

Racun Galafea 
Jenis racun diatas merupakan racun yang sudah terkenal baik berskala nasional maupun internasional namun skala lokal di Maluku Utara ada jenis racun yang tak kalah Fenomenal di bandingkan racun sianida atau arsenik, bahkan konon katanya racun ini hampir tidak ada obatnya sekali termakan atau minum baik dalam jumlah banyak atau sedikit dipastikan berakhir dengan kamatian. 

Racun galafea namanya, namun yang lebih mengerikan ialah orang yang memakan/minum racun ini tidak langsung mati begitu saja dalam hitungan jam seperti pada umumnya racun sianida dan racun arsenik. Tapi membutuhkan waktu yang cukup lama dalam hitungan bulan sampai dengan tahun hingga penderita akhirnya mati.

Konon katanya penderita racun galafea awalnya mengalami batuk, tanpa henti, batuk berdarah, batuk berdahak, badan berkeringat dimalam hari, dan berjalannya waktu berat badan mengalami penururunan drastis, walau sudah berobat takunjung sembuh, hingga penderita meninggal dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.

Baca Juga: Salah Satu Alasan Dilarangnya Sakit

Faktanya
Faktanya dari gejala penyakit yang konon katanya mengalami keracunan dengan jenis racun galafea, hampir tadak bisa dibuktikan dengan kecanggihan alat medis sekarang ini, dan dalam banyak kasus dengan gejala dan tanda yang sama dengan penderita racun galafea ternyata terdeteksi dengan penyakit TBC, dan penyakit TBC bisa disembuhkan jika jauh lebih awal penderita memeriksakan diri ke layanan kesehatan dan mendapat penanganan lebih dini maka berpeluang besar untuk disembuhkan dengan berobat yang teratur.

Pengetahuan 
Dalam masalah ini pengetahuan menjadi faktor utama, minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TBC membuat sebagian orang atau masyarakat lebih cenderung mempercayai hal-hal yang bersifat mitos yang belum terbukti kebenarannya padahal jelas-jelas yang disebut penderita racun galafea merupakan penderita TBC yang terbukti secara  diagnosis. Baca juga pengobatan tuntas TBC tuntas agar lebih jelas.***

0 Response to "Racun Galafea Antara Mitos Dan Fakta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel