Salah Satu Alasan Dilarangnya Sakit.

Ilustrasi

Jika suatu kondisi yang dapat menimpa dan tidak menyenangkan seseorang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari merupakan pengertian sakit secara umum, maka diakui bahwa tidak seorangpun di dunia ini yang tidak pernah sakit. Akan tetapi level gangguan fisik-biologis yang dialami seseorang dapat membedakan seseorang itu bisa sakit tidak serius, ringan dan parah hingga harus dirawat di rumah sakit. Nah, apapun sakit yang ditimpa seseorang akan berhadapan dengan konsekuensi pengobatan dan biayanya. 

Pengobatan selama masa sakit, tentunya memerlukan fasilitas pengobatan berupa rumah sakit dan tentunya memerlukan pula biaya untuk menyewa fasiltas tersebut. Besarnya biaya pengobatan tergantung dari pos biaya saat sakit. Biasanya ada beberapa pos biaya yang masih murah, namun ada dua pos biaya yang nominalnya cukup besar dan mempengaruhi total biaya pengobatan. 

Pertama, biaya rawat inap. Biasanya, makin lama kita dirawat inap di rumah sakit, makin besar pula biaya yang harus Kamu  bayar. Kedua, biaya operasi, Operasi memakan biaya yang tidak sedikit, tergantung jenis penyakitnya, Hal ini juga mempengaruhi total biaya pengobatan.

Baca Juga: Pengobatan Tuntas TBC Tuntas

Menginap di rumah sakit itu mirip-mirip dengan menginap di hotel. Bedanya, kalau menginap di hotel kita tahu kapan akan check out. Kalau menginap di rumah sakit, kita tidak tahu kapan akan check out. Tentunya semakin lama masa pengobatan di rumah sakit semakin banyak pula biaya yang di keluarkan bukan hanya biaya rumah sakit dan obat tapi biaya-biaya lain yang harus dikelurkan. 

Pada buku dilarang sakit ini tidak bermaksud untuk mengkritik kebijakan pemeritah di bidang kesehatan tapi perlu ketahui realitasnya bahwa biaya pengobatan kesehatan di Negara Indonesia yang kita cintai ini jauh lebih mahal ketimbang di negara-negara tetangga seperti Malasya dan Singapura. 

Hal ini diungkapkan dari survei yang dilakukan Marsh Benefits di tahun 2018 lalu melalui Medical Trend Around the World. Dalam survei tersebut ditemukan jika peningkatan biaya pengobatan di Indonesia 2018 sebesar 12,6 persen, lebih tinggi dibanding Malaysia 12,5 persen, Singapura 9,1 persen, dan rata-rata Asia 10 persen. dan biaya rumah sakit termasuk ruang operasi, ruang rawat inap, dan biaya sewa rawat inap, merupakan ongkos termahal dalam komponen total biaya pengobatan yakni mengambil porsi 21 persen.

Baca Juga: Gizi Prakonsepsi: Mencegah Stunting Sejak Menjadi Calon Pengantin

Sehingga banyak orang di Indonesia memilih untuk berobat ke luar negeri, seperti yang dilakukan Ani Yudhoyono di Singapura. Selain alasan teknologi kesehatan yang sudah canggih. Pertanyaan apakah semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berobat keluar ke negri ?.tentu saja tidak selain jarak ada juga dokumen-dokumen yang harus disiapakan seperti passport dan sebagainya yang harus dipenuhi. 

Untuk itu kamu dilarang sakit dengan melakukan hal-hal yang murah dan mudah yaitu pencegahan kesehatan tentu kamu akan terhindar dari semua itu walaupun peluang itu ada. Sumber:  Dilarang Sakit (Sebuah Tinjauan Ilmu Kesehatan Masyarakat).

0 Response to "Salah Satu Alasan Dilarangnya Sakit."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel