Tidak Ada Yang Lebih Penting Dari Yang Lain (Polemik Perawat Pembantu Dokter)

Dr. Marwan Polisiri, SKM., M.PH  (Ketua Persakmi Maluku Utara)

Era 4.0 saat ini adalah era kolaborasi, yakin saja bahwa tidak ada satupun orang di dunia ini bisa hidup sendiri, begitupun Profesi.

Profesi yang satu ini sangat menarik untuk diskusikan, di seluruh tempat pelayanan Kesehatan di Indonesia mereka pasti ada, hampir semua lini mereka masuki, mulai dari manajemen pelayanan sampai pada pelayanan langsung, bahkan yang bukan tugas pokok merekapun mereka kerjakan, tugas profesi lainpun mereka sangat trampil mengerjakannya. 

Dalam sistem kesehatan banyak sekali profesi tenaga kesehatan, perawat menjadi salah satu bagian dari tenaga kesehatan, jika kita ibaratkan sebuah kursi berkaki 4, maka 4 kaki kursi itu adalah dokter, perawat, bidan dan tenaga non medis, jika kursi berkaki 4 itu salah satu kakinya di lepas, maka di pastikan kursi itu tidak dapat diduduki. Atau digunakan.


Lalu apakah Perawat adalah pembatu dokter ?
Tentu tidak karena Perawat merupakan sebuah profesi yang setara dengan profesi kesehatan lainnya termasuk dokter. Tidak ada yang perlu merasa paling tinggi atau paling rendah. Walaupun terkadang banyak fenomena profesi kesehatan lainnya yang merasa lebih tinggi dari yang lain. Dan jika bicara masalah perawat, kita bicara masalah keperawatan atau caring.

Sebagaimana diatur oleh UU no 38 thn 2014 tentang Keperawatan. Pada pasal 1 menjelaskan, "keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat baik dalam keadaan sakit maupun sehat." Tentu berbeda dengan dokter yang berhubungan dengan pengobatan, medication.

Tidak perlu membicarakan masalah posisi kita lebih tinggi atau lebih rendah antar sesama profesi kesehatan. Karena kita bekerja secara interprofesional, kolaborasi untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien. Coba bayangkan jika perawat tanpa dokter, rasanya tidak mungkin pelayanan akan berjalan optimal, apalagi dokter tanpa perawat.


Ada sebuah cerita tentang "Merasa Paling Penting" 
suatu waktu seluruh organ tubuh melakukan rapat penting, dalam rapat itu semua mengklaim paling penting. Jantung menyampaikan bahwa dia sangat penting, jika saya tidak berdetak satu kali saja maka kematian menjemput, Paru-paru menyela, maaf wahai jantung jika tidak ada udara yang saya salurkan anda tentu tidak berfungsi, hidung mengatakan bahwa saya yang menghirup udara yg masuk ke paru-paru, tangan pun tidak mau kalah, jika tangan ini tidak menyuap makanan masuk apakah kalian tetap menjadi penting?, kaki pun mengatakan bahwa dialah yang pergi mencari makan. 

Singkat cerita hasil rapat menyimpulkan bahwa semua organ tubuh penting, maaf hanya lubang Pantatnya (Anus) yang tidak penting. Karena sangat kecewa Anus menyampaikan ultimarum, baiklah kalau kalian semua telah memutuskan, saya hanya mau bilang, semua boleh masuk tapi saya akan pasti kan satu hal bahwa semua yg masuk tidak akan keluar. 

Hari pertama belum terasa, hari kedua mulai tidak nyaman, hari ke tiga semua gelisah, hari keempat bau tidak enak, hari kelima beberapa organ tubuh kesakitan, kondisi semakin tidak bisa di kendalikan. Secara mendadak di lakukan rapat kedua, hasilnya sangat mengejutkan. Rapat kedua memutuskan bahwa Lubang pantat juga penting. 

Semoga tidak Ada satupun Profesi Kesehatan yang merasa lebih penting.

0 Response to "Tidak Ada Yang Lebih Penting Dari Yang Lain (Polemik Perawat Pembantu Dokter)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel