Sehat Itu Investasi

Dr. Marwan Polisiri

Hidup sehat di masa muda dapat menjadi investasi di usia selanjutnya atau di masa tua. Meski telaan humaniora, menjelaskan secara abstrak tantang masa depan, bahwa kita sebagai manusia tidak tahu seperti apa keadaan kita kedepan. namun Ilmu medis sebagaimana ilmu-ilmu keras (hard science) lainnya, yang bisa dengan pengungkapan empirik. 

Dimana kesehatan bisa dideskripsikan secara emperik dari pencegahan dan penyembuhannya serta akibat-akibat di masa tua. Seseorang pun juga tidak menginginkan di masa masa hidupnya terendam di ruang ruang pesakitan, dirinya juga tidak menginginkan terasa kosong dan tidak produktif di masa hidupnya.

Kesehatan lebih penting dari harta, itu yang sering kita dengar dari orang-orang yang pernah mengalami sakit akut. Sakit adalah momok menakutkan bagi kehidupan manusia. Adapun penyebab sakit itu sendiri bisa terjadi karena banyak faktor, diantaranya kurangnya keperdulian diri dan kebersihan di lingkungan tempat tinggal, sampah yang menumpuk akan menyebabkan penyakit. 

Apalah gunanya jika kita mempunyai banyak harta namun harus terbaring tidak berdaya di rumah sakit. Pernahkah anda merasakan sendiri saat sakit dan harus dirawat satu minggu di rumah sakit, lemah dan bosan. 

Baca Juga: Mitos Dan Fakta Tentang Kesehatan Remaja

Setiap pagi, siang dan sore harus minum obat secara rutin, belum lagi harus bersusah payah kedalam kamar mandi yang harusnya hal yang paling mudah. Akan tetapi dengan tangan diinfus, membatasi gerak kamu. Pada saat itulah kamu baru akan menyadari betapa berharganya nikmat sehat. 

Maklum jika kesadaran untuk menjaga kesehatan tidak sejak usia dini, kesadaran untuk ini merupakan langkah cerdas untuk investasi di masa tua. Dengan memiliki tubuh yang sehat, akan membuat seseorang lebih leluasa dalam beraktivitas dan menjadi lebih produktif. 

Pada akhirnya akan memberikan keuntungan dengan semakin banyaknya karya positif yang diciptakan. Sebaliknya merugi bagi kita di usia senja, dimana waktu dan uang hanya dihabiskan untuk biaya pengobatan. 

Kurang tepat jika kebanyakan dari kita beranggapan bahwa, dalam mempersiapkan menua dengan sehat baru dimulai saat memasuki kepala empat atau usia 40 tahun. Padahal, gaya hidup sehat seharusnya telah dilakukan sejak usia dini. 

Dapat disimak sebuah penjelasan positif oleh Andam Dewi, seorang Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia di sela acara Wellness Tour di Oktober 2018, di Jakarta. Penjelasannya diperkuat dengan hasil survey yang dilakukan Herbalife Nutrition bertajuk "2018 Asia Pacific Healthy Aging Survey". 

Baca Juga: Makanan Yang Bergizi Tidak Harus Mahal 

Dalam survey, Herbalife Nutrition melibatkan sekitar 5.500 responden berusia 40 tahun ke atas di 11, selain Indonesia yang dilibatkan dalam survey ini, negara yang juga dijadikan sampelnya, yakni Australia, Hong Kong, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Responden dengan pertanyaan pada usia berapakah seseorang harus memulai mengambil langkah yang tepat untuk menghadapi pertambahan usia dan menua dengan sehat, sebanyak 63 persen responden menyatakan usia 40 tahun hingga 45 tahun adalah rentang usia yang tepat.

Padahal, kata Andam Dewi, dalam mempersiapkan menua dengan sehat harus dilakukan sejak dini. Seiring dengan cepatnya penuaan populasi, tentunya akan akan menghadapi tantangan-tantangan baru di sisi sosial dan ekonomi.

Fenomena masyarakat yang demikian, Andam merekomendasikan bahwa masyarakat yang demikian, perlu diberikan edukasi tentang pentingnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melalui fase penuaan dengan sehat.

Baca Juga: Bom Waktu Itu Sedang Berjalan

Terkait itu, ahli Kesehatan Otak dan Penuaan The University of California, Los Angeles (UCLA), Gary Small menjelaskan persepsi orang yang baru mepersiapkan diri pada usia 40 itu karena kebiasaan gaya hidup sehat pada masa muda dirasakan belum perlu dijalani.

Hal itu menunjukan persepsi yang kontras dengan realitas empirik menurut medis. Pada usia 40 tahun, biasanya orang baru merasakan tanda-tanda menua. Contohnya, luka tidak bisa sembuh dengan cepat, rambut berubah warna. Jika seseorang menemukan hal itu terjadi di tubuhnya dia baru menyadari bahwa dia menua. 

Begitu juga temuan pada responden usia muda melalui survey di Amerika Serikat. Pada usia responden 18-90 tahun, orang muda paling banyak melakukan aktivitas tak sehat, paling buruk gaya hidupnya. Tentu, di usia tuanya justru bisa terancam penyakit kronis.

Gary juga memaparkan, anak muda saat ini lebih banyak dimanjakan makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak. Selain itu, anak muda juga banyak merokok, minum soda dan alkohol, hingga kurang gerak serta tidur.

Ditemukan juga bahwa, kebiasaan anak mengonsumsi suplemen sebagai jalan pintas untuk alasan kestabilan tubuh, ketimbang harus gerak berolahraga dan memilih makanan dan minuman sehat. Padahal, olahraga tak harus mahal. Menurut Gary, dengan berjalan kaki setiap hari sudah cukup membuat tubuh bergerak.

Baca Juga: Racun Galafea Antara Mitos Dan Fakta

Data yang dirilis oleh Asia Pacific Risk Center menyatakan bahwa Asia Pasifik merupakan kawasan yang mengalami penuaan populasi tercepat di dunia. Dengan lebih dari 200 juta orang diperkirakan akan memasuki usia tua (berusia 65 tahun ke atas) mulai dari sekarang hingga 2030 mendatang. Seiring dengan cepatnya penuaan populasi di kawasan, dunia akan menghadapi tantangan-tantangan baru pula di sisi sosial dan ekonomi.

Tak bisa dielakan hidup sehat dimulai sejak masa muda, seseorang tidak akan cepat merasa lelah dan mudah sakit – sakitan di masa tua. Sehingga, semua hasil dari jerih lelah dan keringat yang sudah dikeluarkan semasa muda akan dapat dirasakan dan dinikmati di usia 40 hingga 50 ke atas. 

Dalam kondisi sehat, kita bisa melakukan apaun saja, traveling, bercanda dengan keluarga/teman, makan makanan yang kamu sukai. Semua hal tersebut tidak akan bisa dilakukan dalam kondisi sakit. Belum lagi disaat melihat pasien lain yang mengidap penyakit yang lebih parah dari Kamu, semakin membuat tidak nyaman. 

Waktu berjalan seakan melambat karena rutinitas yang kamu lakukan hanya terbaring lemas tanpa bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu mencegah lebih baik daripada mengobati dan Sehat itu suatu investasi yang takternilai.

Baca Juga: Salah Satu Alasan Dilarangnya Sakit

Dengan demikian jika seseorang pada keadaan ideal di usia muda, yang dilakukan hanyalah memilihara kesehatan hingga menjadi sehat sampai tua itu investasi. Investasi kesehatan untuk usia selanjutnya bukan dengan persaingan pada sesuatu pola hidup yang instan dan dalam wujud persepsi semu dan berdimensi waktu jangka pendek. 

Akan tetapi, yang terpenting adalah berupaya semaksimal mungkin untuk menjadikan gaya hidup yang banyak manfaatnya bagi kesehatan, disini kesehatan dikedepankan sebagai investasi yang berharga. Untuk gerakan pola hidup sehat sebagai investasi, diuraikan pada bagian berikut buku ini.

0 Response to "Sehat Itu Investasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel