Pencegahan dan Pengobatan Covid-19 Dengan Pengobatan Tradisional (Herbal) Part 1

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) secara resmi telah mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi. COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh novel coronavirus atau virus corona baru yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina,. 

Pengumuman COVID-19 sebagai pandemi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Pandemi terjadi jika suatu penyakit menular tersebar dengan mudah dari manusia ke manusia di berbagai tempat di seluruh dunia.  

Dengan pandemi virus corona tersebut maka masyarakat perlu melakukan upaya-upaya kesehatan baik secara individu, kelompok maupun masyarakat guna mencegah datangnya virus corona (Covid-19) tersebut dengan Pengobatan Tradisionl (Herbal). 
Ramli, SKM., M.Kes
(Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara)
Mengapa perlu memilih produk herbal? karena produk/bahan herbal aman dikonsumsi setiap hari, karena tidak mengandung zat-zat kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh, dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit. 

Menuruat WHO Pengobatan Tradisiaonal adalah ilmu dan seni pengobatan berdasarkan himpunan dari pengetahuan dan pengalaman praktek, baik yang dapat diterangkan secara ilmiah ataupun tidak, dalam melakukan diagnosis, prevensi dan pengobatan terhadap ketidakseimbangan fisik, mental ataupun sosial.

Ditengah upaya global menemukan obat mujarab untuk penanganan COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuka ruang pemanfaatan obat tradisional sebagai alternatif penyembuhan. Kebijakan ini direspon positif karena beberapa obat herbal terbukti ampuh.

Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memeliharan dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah/atau masyarakat. 

Hal ini berarti bahwa dalam rangka mewujudkan derajad kesehatan ini, baik kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat harus diupayakan. 

Upaya mewujudkan kesehatan ini dilakukan oleh individu, kelompok, masyarakat baik secara melembaga atau pemerintah, ataupun swadaya masyarakat (LSM). 

Dilihat dari sifat, upaya mewujudkan kesehatan tersebut dapat dilihat dari dua aspek, yaitu pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan. 

Pemeliharaan kesehatan mencakup dua aspek, yakni kuratif (pengobatan penyakit), rehabilitatif (pemulihan kesehatan setelah sembuh dari sakit atau cacat). Sedangkan peningkatan kesehatan mencakup 2 aspek juga, yakni: 

preventif (pencegahan penyakit) dan 
promotif (peningkatan kesehatan) itu sendiri. 

Kesehatan perlu ditingkatkan karena kesehatan seseorang itu relatif mempunyai bentangan yang luas. Oleh sebab itu, upaya kesehatan promotif mengandung makna kesehatan seseorang, kelompok atau individu dan harus selalu diupayakan sampai ketingkat kesehatan yang optimal.

Dengan adanya penyebaran wabah yang begitu cepat sehingga membuat berbagai kalangan secara individu, kelompok maupun masyarakat berusaha melakukan upaya-upaya pencegahan agar terhindar dari virus corona tersebut salah satunya dengan pengobatan herbal. 

Namun tidak semua orang mengetahui produk herbal yang tepat untuk mencegah datangnya virus corona yang mematikan tersebut, karena masih terlihat berbagai kepercayan-kepercayaan masyarakat yang keliru atau menyimpang dari nilai-nilai kesehatan serta nilai agama.

Dalam melakukan pencegahan melawan virus corona tersebut, dimana sebagian masyarakat Maluku Utara mempercayai bahwa bawang merah dan telur dapat mencegah datangnya virus corona, padahal informasi yang telah disebarluskan melalui berbagai media sosial itu, semuanya tidaklah benar atau hoax. 

Oleh karena itu melalui tulisan ini Penulis akan berbagi ilmu tentang pengobatan tradisional serta produk-produk herbal yang penulis konsumsi dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh guna mencegah Virus Corona (COVID-19) yakni dengan mengkonsumsi Madu, Kurma, dan Habbatussauda.

Virus Corona (COVID-19)
Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. 

Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). 

Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). 

Gejala umum berupa demam, batuk kering, pilek, dan sesak napas (gangguan pernapasan), sakit tenggorokan, letih dan lesuh. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. 

Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut, maka orang itu dapat terinfeksi Corona (Covid-19).

Di masa pandemi virus Corona ini, masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh. Imunitas prima menjadi kunci melawan penularan penyakit COVID-19. 

Menurut pemerintah, penderita COVID-19 dapat sembuh dari virus bila daya tahan kucup kuat. Penjagaan jasmani dari serangan Covid-19 memang perlu, soalnya saat ini belum ada obat yang secara pasti bisa menyembuhkan penyakit itu.

“Artinya upaya meningkatkan imunitas, status imunitas itu menjadi kunci, termasuk kaitan pasien sembuh kita rawat tidak menggunakan pengobatan secara spesifik, tapi kita perbaiki kondisi umumnya dan kita perbaiki status imunitasnya. Alhamdulilah sembuh dengan baik," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto.

Dengan penjelasan di atas maka salah satu upaya untuk mencegah penularan virus corona dan pemulihan kesehatan (pasien positif) dari Covid-19 adalah menjaga kesehatan agar stamina tubuh tetap prima dan memiliki imunitas (kekebalan tubuh) meningkat yaitu dengan mengkonsumsi madu, kurma dan habbatussauda serta istirahat yang cukup.

Pengobatan Tradisional
Pengobatan tradisional merupakan suatu upaya kesehatan dengan cara lain dari ilmu kedokteran dan berdasarkan pengetahuan yang diturunkan secara lisan maupun tulisan yang berasal dari Indonesia atau luar Indonesia. 

Hasil keputusan ”Seminar Pelayanan Pengobatan Tradisional Departemen Kesehatan RI (1978), terdapat 2 definisi untuk Pengobatan Tradisional Indonesia (PETRIN), yaitu :
  1. Ilmu dan atau seni pengobatan yang dilakukan oleh Pengobat Tradisional Indonesia dengan cara yang tidak bertentangan dengan kepercayaan kepada Tuhan YME sebagai upaya penyembuhan, pencegahan penyakit, pemulihan dan peningkatan kesehatan jasmani, rohani dan sosial masyarakat.
  2. Usaha yang dilakukan untuk mencapai kesembuhan, pemeliharaan dan peningkatan taraf kesehatan masyarakat yang berdasarkan cara berpikir, kaidah-kaidah atau ilmu di luar pengobatan ilmu kedokteran modern, diwariskan secara turun temurun atau diperoleh secara pribadi dan dilakukan dengan cara-cara yang tidak lazim digunakan dalam ilmu kedokteran, yang antara lain meliputi akupuntur, dukun/ahli kebatinan, sinshe, tabib, jamu, pijat dan lain-lain.
Pencegahan dan Pengobatan Penyakit dengan Herbal
Setiap manusia pasti ingin selalu sehat. Namun, tidak setiap manusia tahu bagaimana cara untuk menjadi sehat. 

Dalam Islam, seorang muslim diajarkan untuk hidup sehat dengan mencontohi pola hidup sehat Rasulullah (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam). Sehingga kita dapat terhindar dari berbagai macam penyakit salah satunya terhindar dari Virus Corona (COVID-19). 

Dan hal ini telah dijelaskan oleh ALLAH Subhanahu wata’ala dalam Al-Qur’an semenjak 14 Abad yang lalu, sebagaimana Firman-Nya yang berbunyi:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: 
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21).

Adanya penyakit harus diketahui atau diselidiki. Karena jenis penyakit itu ada yang nyata dan tidak nyata. Penyebab penyakit nyata biasanya karena virus, bakteri dan kuman. 

Sedangkan penyebab penyakit yang tidak nyata biasanya muncul akibat perasaan bersalah karena tidak tunduk pada ajaran wahyu, suka emosi, gelisah, sedih, takut, lemah, dan malas. Dalam dunia kedokteran, hal ini biasa disebut dengan istilah psikosomatik...*

Tulisan ini telah Diterbitkan dalam Buku :
COVID-19 Suatu Perspektif ILmiah,
Penerbit Kerjasama UMMU Press dan Gramasurya,
Yogyakarta, 2020 (ISBN : 978-623-7993-07-0)

0 Response to "Pencegahan dan Pengobatan Covid-19 Dengan Pengobatan Tradisional (Herbal) Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...